Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Pengertian Gerakan Non Blok

 Halo kawan kali ini admin akan menjelaskan tentang Pengertian Gerakan Non Blok. Baru. Saya harap bisa bermanfaat bagi kita semua :)

 Ide awal mengenai perlunya organisasi negara-negara nonblok tercetus dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955. KAA menghasilkan Dasasila Bandung. Sebagai kelanjutan dari KAA, beberapa setuju membentuk suatu organisasi yang benar-benar bebas dari pengaruh dua negara adidaya. Oraganisasi tersebut dinamakan Gerakan Nonblok atau Nonaliged Movement.
 Gerakan Nonblok berdiri pada tanggal 1 September 1961 di Yogoslavia, Beograd, Pendiri GNB adalah Presiden Soekarno (Indonesia), Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir), Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), Presiden Kwarne Nikrumah, dan Perdana Menteri Pandit Jawaharlal Nehru.

Pengertian Gerakan Non Blok



Tujuan

 5 Tujuan GNB antara lain sebagai berikut.

  • Mengusahakan agar PBB berfungsi secara efektif.
  • Mengusahakan tercapainya pelucutan senjata secara umum dan menyeluruh di bawah pengawasan internasional yang efektif.
  • Mengusahakan kerja sama di segala bidang dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi dan sosial serta tercapainya perdamaian dunia.
  • Mengusahakan terwujudnya tata ekonomi dunia baru.
  • Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
Peran Serta Indonesia dalam GNB

 Berikut adalah 4 peran serta Indonesia dalam GNB.
  • Indonesia sebagai salah satu negara pengundang pada KTT I GNB di Beogard, Yugoslavia.
  • Indonesia juga turut memecahkan masalah-masalah dunia berdasarkan perdamaian dunia, memperjuangkan HAM, dan tata ekonomi dunia yang berdasarkan pada asas keadilan.
  • Indonesia sebagai salah satu negara pemrakarsa GNB.
  • Pernah menjadi ketua GNB dari tahun 1992-1995 dan indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT X GNB di Jakarta pada bulan September 1992. Peserta yang menhadiri KTT X GNB pada saat itu berjumlah 106.
Peran Gerakan Nonblok di Dunia Internasional

Negara-Negara anggota GNB pada masa Perang Dingin sering menjadi sasaran imperialisme Uni Soviet dan Amerika Serikat. Keduan blok berusaha menarik dan menanamkan pengaruhnya ke negara-negara anggota GNB. GNB muncul sebagai kekuatan netral (tidak memihak salah satu blok) dan berusaha meredam persaingan kedua blok tersebut dengan tidak menjadi anggota salah satu blok untuk menghindari pecahnya Perang Dunia ke III.

Demikian Penjelasan tentang  Pengertian Gerakan Non Blok. Semoga bermanfaat :)


4 Perjanjian Perdamaian Setelah Perang Dunia II

 Setelah berakhirnya Perang Dunia II (1939-1945), Negara-negara yang terlibat dalam perang baik yang kalah maupun yang menang yang melakukan upaya perdamaian dengan melalui perjanjian perdamaian.

4 Perjanjian Perdamaian Setelah Perang Dunia II


A . Perjanjian Perdamaian antara Sekutu dan Jerman
  
  Perjanjian ini berlangsung pada tanggal 2 Agustus 1945 di Potsdam. Perjanjian ini dihadiri oleh Harry S. Truman (Amerika Serikat), Joseph Stalin (Uni Soviet), dan Clement Richard Attlee (Inggris). Hasil yang dicapai dalam perjanjian ini adalah sebagai berikut.
  • Jerman dibagi menjadi empat daerah pendudukan, yaitu Jerman Timur oleh Uni Soviet dan dan Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
  • Danzig dan daerah Jerman dibagian timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
  • Dilakukan demiliterisasi terhadap Jerman.
  • Penjahat perang harus dihukum.Jerman harus membayar ganti rugi perang.

B . Perjanjian Perdamaian antara Amerika Serikat dan Jepang.

  Perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dan Jepang yang berlangsung tahun 1945 ini sifatnya sementara dan baru mendapat pengabsahan dalam perjanjian perdamaian di San Francisco pada tanggal 8 September 1951.
Hasil yang dicapai dalam perjanjian ini adalah sebagai berikut.
  • Kepulauan Jepang diperintah oleh tentara penduduk Amerika Serikat.
  • Kepulauan Kuril dan Sakhalin Selatan diserahkan kepada Uni Soviet, Manchuria dan Taiwan diberikan kepada China, Serta kepulauan-kepulauan Jepang di Pasifik diduduki Amerika serikat.
  • Korea akan dimerdekakan, namun untuk sementara wilayah ini dibagi menjadi dua daerah pendudukan dengan garis demarkasi (batas) 38 LU (Lintang Utara), Korea Utara oleh Uni Soviet dan Korea Selatan Oleh Amerika Serikat.
  • Penjahat perang harus dihukum.
  • Jepang harus membayar kerugian perang.

C . Perjanjian Perdamaian antara Sekutu dan Italia.

  Perjanjian ini di Paris, Prancis pada tahun 1945. Hasil yang dicapai dalam perjanjian ini adalah sebagai berikut
  • Daerah Italia diperkecil
  • Trieste menjadi Negara merdeka dibawah PBB.
  • Absenia dan Albania dimerdekakan kembali.
  • Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris.
  • Italia harus membayar kerugian hutang.


D . Perjanjian Perdamaian antara Sekutu dan Austria.

  Perjanjian ini berlangsung di Austria pada tahun 1945. dengan hasil keputusan sebagai berikut.
  • Kota Wina dibagi menjadi empat daerah, yaitu pendudukan Uni Soviet, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
  • Syarat-syarat lainnya belum mendapat ditentukan jika the big four (Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis) belum sepakat.


Perjanjian Versailles Saat Perang Dunia II

Perang Dunia II

Perjanjian Versailles Saat Perang Dunia II


Perang dunia merupakan perang antarnegara yang bersaing untuk menguasai dunia. Perang Dunia terjadi dua kali yaitu Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945). Setelah Perang Dunia II banyak perubahan yang terjadi.

Dua Sebab (Umum dan Khusus) yang Memengaruhi Terjadinya Perang Dunia.

 Sebab umum
Sebab umum terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut.

  • Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menjalankan tugasnya.
  • Munculnya politik aliansi (politik mencari kawan).
  • Kekacauan dalam bidang ekonomi.
  • Munculnya paham ultranasionalisme (nasionalisme yang berlebihan).
  • Jerman tidak lagi mengakui Perjanjian Versalilles.

Perjanjian Versailles

Perjanjian Versailles Saat Perang Dunia II


 Berikut isi Perjanjian Versalilles antara Jerman dan Sekutu pada tanggal 28 Juni 1918.
  • Jerman menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Prancis dan Eupen-Malmed kepada Belgia.
  • Danzig dan sekitarnya menjadi kota merdeka di bawah LBB.
  • Jerman kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Prancis, dan Jepang.
  • Jerman harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 miliar mark emas.
  • Kapal perang maupun kapal dagang Jerman diambil alih oleh Inggris.
  • Angkatan perang Jerman diperkecil
 Sebab Khusus
  Sebab khusus terjadinya Perang Dunia II terjadi di dua kawasan, yaitu di kawasan Eropa dan kawasan Asia Pasifik.

  • Sebab khusus terjadinya Perang Dunia II di kawasan Eropa yaitu serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939. Alasan penyerangan Jerman tersebut adalah untuk merebut kembali kota Danzig (penduduknya bangsa Jerman). Dalam waktu yang singkat sebagian besar wilayah Polandia dikuasai Jerman.
  • Sebab khususnya terjadinya Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik yaitu penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941.

Pengertian Kolonialisme Dan Imperialisme, Akibat, Alasan Negara Imperialisme

Halo kawan kali ini admin akan menjelaskan tentang Kolonialisme Dan Imperialisme secara lengkap.  Saya harap bisa bermanfaat bagi kita semua :)

A. Kolonialisme.


  Kolonialisme berasal dari kata colonus yang berarti petani. Colonus dari bahasa Yunani, yang berarti petani yang mengerjakan sawah. Pada mulanya petani-petani Yunani pindah ke daerah lain karena tanah pertaniannya sudah tandus. Daerah itu disebut koloni. Kemudian, daerah koloni ini dikuasai untuk dijajah sehingga menjadi kolonialisme. Dengan demikian istilah tersebut mula-mula diberikan kepada para petani Yunani yang pindah dari negerinya yang tandus ke daerah lain yang lebih subur.

Kolonialisme Dan Imperialisme Pengertian Secara Lengkap
  
 Para colonus itu tetap menjalin hubungan dengan negara aslinya. Oleh negara asal petani tadi dianggap sebagai bagian dari negara induk dan harus tunduk pada negara asal. Dengan demikian, Kolonialisme adalah suatu sistem pemukiman warga suatu negara diluar wilayah induknya atau negara asalnya. Biasanya daerah koloni berada di seberang lautan dan kemudian dijadikan sebagai bagian dari wilayah mereka.

B. Imperialisme.

 Kata imperialisme berasal dari bahasa latin yaitu imperarre dan imperium. Imperare berarti memerintah dan Imperium berarti hak untuk memerintah. imperialisme dapat diartikan sebagai usaha suatu negara untuk menguasai negara lain demi kepentingan ekonomi, politik, dan budaya.

Kolonialisme Dan Imperialisme Pengertian Secara Lengkap

 Pada abad ke-19 istilah imperialisme muncul pertama kali di inggris pada waktu Disreali menjadi perdana menteri inggris. Cita-cita politik Disraeli yaitu memperluas Kerajaan inggris ke seluruh dunia. Cita-cita Disraeli tersebut mendapat reaksi dari kaum oposisi. Kaum oposisi yang menentang disebut dengan golongan Lttle England, Sedangkan para pendukung disebut dengan golongan imperator.
  Berdasarkan waktu munculnya, Imperialisme dibagi menjadi berikut.

1. Imperialisme Kuno
 Imperialisme kuno berlangsung sebelum terjadi revolusiisndutri yang tujuannya adalah untuk mencari kekayaan (gold) mencapai kejayaan (glory), dan menyebarkan agama nasrani (gospel). Imperialisme kuno dianut oleh Spanyol dan Portugis.

2. Imperialisme Modern
 Imperialisme modern berlangsung setelah Revolusi Industri. Penyebab munculnya imperialisme modern adalah keinginan negara penjajah mengembangkan perekonomiannya. Negara yang menganut paham ini melakukan pembangunan industri secara besar-besaran. Negara pelopor imperialisme modern adalah Inggris.

 Sebuah negara menjadi negara imperialisme disebabkan oleh alasan berikut.

  1. Keinginan untuk menjadi negara yang jaya.
  2. Perasaan sebagai bangsa istimewa (rasial superiority).
  3. Hasrat untuk menyebarkan agama atau ideologi.
  4. Letak negara yang tidak menguntungkan.
  5. Alasan ekonomi untuk mendapatkan kekayaan dari negara jajahan dan ikut serta dalam perdagangan dunia dengan cara merebut serta menguasai sumber perdagangan.
Imperialisme yang dilakukan negara Eropa tersebut memiliki dampak yang besar terhadap negara jajahan. Berikut adalah akibat imperialisme yang dilakukan negara Eropa.

1. Bidang Politik Dan Ekonomi
  Akibat imperialisme di bidang politik dan ekonomi membuat negara imperialis menjadi penguasa/negara besar dan kaya, Sedangkan negara yang di jajah bertambah miskin dan sebagai negara terjajah.
2. Bidang Sosial Dan Budaya
  Akibat imperialisme di bidang sosial dan budaya membuat kaum imperialis dapat hidup mewah dan menduduki strata tertinggi, Sedangkan rakyat jajahan hidup dengan kekurangan dan menderita serta strata yang rendah.